Minggu, 30 September 2012

Bagaimana Seharusnya Menjadi Pemuda Muslim di Era Modern,,??

Wallpaper Menyejukkan
Bismillhirrohmaanirrohiim,,
ISLAM. Tak pernah jemu untuk membahas satu agama wahyu yang mulia ini. Saya sendiri menyadari bahwa kecintaan para pemuda muslim terhadap Dien nya sudah begitu jauh, bukan karena sebab, namun memang secara tersistem ternyata telah ada langkah-langkah terstruktur yang menjauhkan pemahaman dan kecintaan pemuda terhadap Islam. Paling tidak menjauhkannya dari segala nilai yang bernafaskan Islami dan digantikan dengan nafas kebaratan (westernisasi).
Dr. Adian Husaini dalam makalahnya bertajuk “Liberalisasi Islam di Indonesia” menyebutkan bahwa liberalisasi Islam sudah ditanamkan sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan dari dalam tubuh organisasi Islam sendiri telah tumbuh upaya yang sistematis terkait liberalisasi Islam di Indonesia ini. Dimulai awal tahun 1970-an yaitu pada 3 Januari 1970, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Nurcholish Madjid, secara resmi menggulirkan perlunya dilakukan sekulerisasi Islam. Masih berasal dari sumber makalah yang sama, Pak Adian menyatakan pula bahwa program Liberalisasi di Indonesia dilakukan terhadap tiga bidang penting dalam ajaran Islam: 1)Liberalisasi bidang aqidah dengan penyebaran paham Pluralisme Agama, 2)Liberalisasi bidang syari’ah dengan melakukan perubahan metodologi ijtihad, dan 3)Liberalisasi konsep wahyu dengan melakukan dekonstruksi terhadap Al Qur’an.
Luar biasa memang usaha mereka dalam upaya me-Liberal-kan masyarakat Indonesia ini. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika paham-paham menyimpang tersebut telah menyerbu ke perguruan-perguruan tinggi Islam, khususnya IAIN atau UIN (Universitas Islam Negeri). Apalagi dengan dikirimnya para dosen UIN untuk melanjutkan pendidikan di McGill University menjadikan mereka telah mengubah metodologi dalam mempelajari Islam, sebagaimana yang telah diajarkan guru-guru mereka (para orientalis) di Barat. Dalam makalah Dr. Adian Husaini yang lain berjudul “Liberalisasi Pendidikan Tinggi“, dijelaskan bahwa peran pusat studi Islam di McGill Kanada yang didirikan oleh Prof. Wilfred Cantwell Smith dan Prof Dr. Harun Nasution dalam liberalisasi/westernisasi pendidikan Islam juga ditegaskan oleh Kementerian Agama melalui sebuah buku berjudul “Paradigma Baru Pendidikan Islam” tahun 2008 silam. Ditulis dalam buku tersebut “Melalui pengiriman para dosen IAIN ke McGill dalam jumlah yang sangat masif dari seluruh Indonesia, berarti juga perubahan yang luar biasa dari titik pandang tradisional studi Islam ke arah pemikiran modern ala Barat. Perubahan yang paling menyolok terjadi pada tingkat elit. Tingkat elit inilah yang selalu menggerakkan tingkat grass root”.
Nah, peran pemuda menyikapi kejadian tersebut adalah dengan menyiapkan diri secara matang terkait dengan pemahaman mendalam tentang Islam, sejarah, keemasan, dan sifatnya yang merupakan sistem hidup untuk mengatur segala kegiatan perikehidupan manusia. Menyadari bahwa sebagai makhluk ciptaan-Nya juga mempunyai kewajiban untuk patuh dan taat kepada aturan yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Mengatur melalui Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Indikator sederhana yang saya rumuskan untuk diri saya pribadi dalam menimbang sejauh mana “kejauhan” kita sebagai pemuda muslim, terhadap sistem Dien ini. Antara lain:
  1. Masihkah kita mengingat dan menghafal tentang rukun iman dan rukun islam kita,,??
  2. Bisakah kita membaca Al Qur’an dengan baik(jelas) dan benar(tajwid),,?
  3. Apakah kita melaksanakan sholat 5 waktu secara tepat waktu,,?? Atau jangan-jangan sholat wajib pun masih sering terlenakan :(
  4. Pernahkah menghafal 2, 5, atau 10 hadist Nabi,,?? Apakah kita mengamalkannya,,??
  5. Sudahkah membaca Sirah Nabawiyah yang menggambarkan perjalanan dari perjuangan Rasulullah dalam menegakkan Dienul Islam ini,,??
  6. Apakah kita memperhatikan tentang perintah-perintah Allah dalam Al Qur’an seperti menutup aurat, menahan pandangan, berbuat baik dan menjauhkan dari sikap riya’(pamer),,??
  7. Apakah kita mempelajari ilmu-ilmu Islam selain ilmu modern yang sekarang ini kita pelajari, misalnya Ushul Fiqh, Tafsir Hadist, dan cabang lain dari ilmu Islam yang seharusnya kita kuasai,,??
Sebenarnya masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnnya, namun seperti yang telah saya ungkapkan di awal, ini merupakan indikat0r sederhana untuk melihat seberapa jauhnya diri kita sebagai pemuda muslim terhadap Dienul Islam.
Oleh karena itu, maka marilah kita bersama-sama menginstropeksi diri kembali. Sudah benarkah langkah yang kita tempuh selama ini. Kuncinya adalah kita harus mau belajar dan mau membaca terhadap segala apa yang mendekatkan diri kita kepada nafas kehidupan Islami. Mengingat firman Allah dalam Al Qur’anul Karim:
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S Ali Imran 104)
Demikianlah ulasan awalan yang dapat saya sajikan. Semoga ada manfaatnya dan senantiasa hanya demi mengharap ridho-Nya Allah semata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar